Showing posts with label tokoh. Show all posts
Showing posts with label tokoh. Show all posts

Monday, 24 May 2010

Rd. H. Azis Asy'ari


Beliau adalah salah satu murid langsung Gan Uweh yang sangat aktif mengembangkan dan mempromosikan Pabuci.
lahir di Cianjur pada tanggal 11 September 1949, Pa Azis -demikian biasa beliau dipanggil- tampak masih sangat segar di usia nya saat ini. Pa Azis lah yang memperkenalkan dan membawa Pabuci ke Jakarta dan saat ini tengah merintis Pabuci di Kota Malang.

Beliau Sangat aktif dalam kegiatan yang menyangkut Pencak Silat, aktif di forum diskusi sahabat silat, dan termasuk salah satu tokoh yang hadir pada saat kelahiran Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia pada tanggal 10 Juni 2010.

Semangat dan kecintaannya pada Pencak Silat sangat patutu dicontoh oleh kita semua.
Wassalam

Thursday, 24 September 2009

Rd. Ibrahim Arifin


Rd. Ibrahim Arifin, atau yang biasa dikenal sebagai Pak Adang Arifin adalah Murid langsung  dari R.O Soleh/Gan Uweh yang paling senior saat ini. Pak Adang Arifin terkenal dengan kedisiplinan nya dalam melatih jurus-jurus maenpo cikalong kepada murid-murid nya. Murid yang belajar pada beliau memerlukan kesabaran dan ketekunan ekstra, tetapi hasil yang didapat sangat memuaskan. Hal tersebut diceritakan langsung oleh H. Ceng Suryana yang pernah mengalami langsung dilatih oleh Pak Adang dalam belajar dan berlatih jurus, susun dan tomplok.
 Di usia nya yang sudah kepala tujuh, Pak adang masih tampak sehat dan gagah, masih semangat kalau berbicara, apalagi menyangkut maenpo cikalong. Semoga beliau selalu diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT sehingga dapat terus menjadi sesepuh PABUCI yang dihormati seluruh kalangan.

Thursday, 23 July 2009

Gan Muhyidin


Mengenai jalur keilmuan Cikalong mungkin perlu disebutkan juga Rd. Muhyidin murid dari Rd. Bratadilaga. Beliau ini selain belajar kepada Rd. Bratadilaga tidak pernah berguru kepada siapapun lagi, sehingga mungkin bisa dibilang Cikalong yang diajarkan oleh beliau masih murni dan belum mendapat pengaruh Sahbandar.

R. Muhyidin lebih sering menggunakan usik puhu yang selalu mendahului gerak lawan.

Berdasarkan informasi Jurus Tujuh adalah jurus yang diajarkan oleh Gan Muhyidin kepada Gan Uweh. -bang ajad-

Wednesday, 22 July 2009

RADEN IDRUS (GAN IDRUS)


Gan Idrus selain belajar pada Gan Brata bilau juga belajar kepada Gan Obing sama seperti halnya Gan Didi.
Gan Idrus lebih menyukai usik tungtung yang melakukan serangan balik ketika serangan lawan sudah habis.

RADEN DIDI MUHTADI (GAN DIDI)


Rd. Didi (Gan Didi) mengembangkan 13 Jurus dengan beberapa pola langkah. Pola langkah yang di kembangkan oleh Rd. Didi merupakan gabungan antara pola langkah yang beliau dapat dari Rd. Bratadilaga serta dari Rd. Obing Ibrahim. Selain itu beliau membuat suatu metode pengajaran baru di mana dalam proses belajarnya seorang murid terlebih dahulu diajarkan Ibing.

RADEN ABAD M. SIROD (GAN ABAD)

Gan Abad M. Sirod merupakan generasi ke 3 dari aliran cikalong belajar dari Rd. Busrin yang merupakan murid dari Rd. H. Ibrahim, Selain belajar pada Rd. Busrin Gan Abad M. Sirod juga belajar pada beberapa guru dan sesepuh maenpo. Gan Abad membuat mekanisme pelajaran maenpo dengan mengembangkan 30 Jurus yang lebih dikenal dengan 27 Jurus Kajadian dan 3 Jurus Maksud. beliau juga mengarang buku Tuduh Kaedah Maenpo.
Jurus 30 yang di kembangkan oleh Gan Abad adalah:

-- 27 Jurus kajadian
1. Susun
2. Sambut Luar
3. Sambut Luar Pepehan
4. Opat Pasagi
5. Lima Labuhan
6. Pasangan Peupeuhan
7. Tumpangan
8. Pasangan Labuhan
9. Tumpangan Labuhan
10. Parieusan
11. Peunggasan
12. Peunggasan Kulit
13. Potongan Siku
14. Teken Jihad
15. Malik Jihad
16. Parieusan Pura
17. Kocet
18. Potongan Labuhan
19. Lima Peupeuhan
20. Serut
21. Kari
22. Madi
23. Jurus Tilu
24. Sabandar
25. Gicel
26. Sambut Jero
27. Ringkeusan Pura
28. Maksud Lempeng
29. Maksud Serong
30. Main Hiji

Buku Tuduh Kaedah Maenpo sendiri terdiri dari 5 bab diantaranya:
1. BAB MUSIM
2. BAB OPAT PERJALANAN
3. BAB RASA
4. BAB GERAK
5. BAB JURUS KEJADIAN

RADEN OBING IBRAHIM (GAN OBING)



Dikisahkan ketika Rd. Obing sedang berlatih dengan Rd. Enoh, Rd. H. Ibrahim sempat mengamati dan melihat bakat yang dimiliki oleh Rd. Obing ini. Sehingga pada akhir latihan disampaikan oleh Rd. Ibrahim kepada Rd. Enoh bahwa setelah selesai berlatih pada Rd. Enoh, Rd. Obing diminta melanjutkan pelajaran silatnya pada Rd. H. Ibrahim sang maestro Cikalong. Sejak itu mulailah Rd Obing belajar cikalong langsung pada Rd. H. Ibrahim.

Selain mendalami cikalong, Rd. Obing juga mendalami maenpo sabandar yang menurut beberapa kisah, Rd. Obing belajar dari gurunya (Rd. Enoh) dan kemudian di lanjutkan belajar langsung pada Mama Kosim di Sabandar. Namun ada juga kisah yang menceritakan bahwa Rd. Obing hanya belajar sabandar pada Rd. Enoh dan tidak belajar langsung pada Mama kosim (waallohualam bisawab).

Ternyata kecerdasan dan kejeniusan Rd. Obing menyebabkan beliau sangat di sayangi oleh para guru-gurunya, kemampuan untuk mendalami dan menggabungkan prinsip prinsip dari cikalong dan sabandar membuat para gurunya kagum, sehingga saking sayangnya Rd. H. Ibrahim memberikan Nama Ibrahim dibelakang nama Rd. Obing sehingga namanya menjadi Rd. Obing Ibrahim. Nama Ibrahim adalah nama pemberian dari Guru sebagai rasa sayang kepada murid.Perkembangan maenpo di cianjur memiliki pusat pusat pengembangan yang letaknya tidak terlalu jauh. Bojong Herang merupakan pusat dari pengembangan murid-murid Sabandar, sedangkan Pasar Baru merupakan pusat pengembangan Cikalong. Diantara kedua pusat ini adalah kaum, disinilah para tokoh maenpo cianjur mempelajari kedua aliran ini baik cikalong maupun sabandar, dan tokoh dari kaum ini adalah Rd. Obing Ibrahim.Keahlian Rd. Obing Ibrahim dalam bersilat sangat di akui kala itu, sehingga banyak tokoh cikalong yang menimba ilmu padanya. beberapa tokoh maenpo cikalong yang sempat belajar pada Rd. Obing adalah:
Rd. Didi (gan Didi)
Rd. Utuk (gan Utuk)
Rd. Idrus (gan Idrus)
Rd. Nunung Ahmad Dasuki (gan Nunung)
Rd. Memed (gan Memed)
Rd. Popo Sumadipraya (gan Popo)

Rd. Obing Ibrahim terakhir menjabat sebagai Naib (penghulu) Cianjur, beliau wafat di Cianjur tanggal 1 Juni 1942 dan dimakamkan di Suka Negara, Kecamatan Tanggeung Cianjur

Thursday, 9 July 2009

Raden Haji Ibrahim Jayaperbata

.

Raden Haji Ibrahim Jayaperbata terlahir dari keluarga ningrat dan bangsawan Cianjur, leluhurnya adalah merupakan salah satu pendiri Cianjur. Lahir diawal abad XIX atau tepatnya pada tahun 1816 meninggal tahun 1906, di desa Cikalong

Wednesday, 8 July 2009

Sikap Pasang


H. Azis Asy'ari, salah satu guru besar PABUCI
Lokasi : Padepokan Pencak Silat TMII
foto by : anca