Wednesday, 22 July 2009

RADEN IDRUS (GAN IDRUS)


Gan Idrus selain belajar pada Gan Brata bilau juga belajar kepada Gan Obing sama seperti halnya Gan Didi.
Gan Idrus lebih menyukai usik tungtung yang melakukan serangan balik ketika serangan lawan sudah habis.

RADEN DIDI MUHTADI (GAN DIDI)


Rd. Didi (Gan Didi) mengembangkan 13 Jurus dengan beberapa pola langkah. Pola langkah yang di kembangkan oleh Rd. Didi merupakan gabungan antara pola langkah yang beliau dapat dari Rd. Bratadilaga serta dari Rd. Obing Ibrahim. Selain itu beliau membuat suatu metode pengajaran baru di mana dalam proses belajarnya seorang murid terlebih dahulu diajarkan Ibing.

RADEN ABAD M. SIROD (GAN ABAD)

Gan Abad M. Sirod merupakan generasi ke 3 dari aliran cikalong belajar dari Rd. Busrin yang merupakan murid dari Rd. H. Ibrahim, Selain belajar pada Rd. Busrin Gan Abad M. Sirod juga belajar pada beberapa guru dan sesepuh maenpo. Gan Abad membuat mekanisme pelajaran maenpo dengan mengembangkan 30 Jurus yang lebih dikenal dengan 27 Jurus Kajadian dan 3 Jurus Maksud. beliau juga mengarang buku Tuduh Kaedah Maenpo.
Jurus 30 yang di kembangkan oleh Gan Abad adalah:

-- 27 Jurus kajadian
1. Susun
2. Sambut Luar
3. Sambut Luar Pepehan
4. Opat Pasagi
5. Lima Labuhan
6. Pasangan Peupeuhan
7. Tumpangan
8. Pasangan Labuhan
9. Tumpangan Labuhan
10. Parieusan
11. Peunggasan
12. Peunggasan Kulit
13. Potongan Siku
14. Teken Jihad
15. Malik Jihad
16. Parieusan Pura
17. Kocet
18. Potongan Labuhan
19. Lima Peupeuhan
20. Serut
21. Kari
22. Madi
23. Jurus Tilu
24. Sabandar
25. Gicel
26. Sambut Jero
27. Ringkeusan Pura
28. Maksud Lempeng
29. Maksud Serong
30. Main Hiji

Buku Tuduh Kaedah Maenpo sendiri terdiri dari 5 bab diantaranya:
1. BAB MUSIM
2. BAB OPAT PERJALANAN
3. BAB RASA
4. BAB GERAK
5. BAB JURUS KEJADIAN

RADEN OBING IBRAHIM (GAN OBING)



Dikisahkan ketika Rd. Obing sedang berlatih dengan Rd. Enoh, Rd. H. Ibrahim sempat mengamati dan melihat bakat yang dimiliki oleh Rd. Obing ini. Sehingga pada akhir latihan disampaikan oleh Rd. Ibrahim kepada Rd. Enoh bahwa setelah selesai berlatih pada Rd. Enoh, Rd. Obing diminta melanjutkan pelajaran silatnya pada Rd. H. Ibrahim sang maestro Cikalong. Sejak itu mulailah Rd Obing belajar cikalong langsung pada Rd. H. Ibrahim.

Selain mendalami cikalong, Rd. Obing juga mendalami maenpo sabandar yang menurut beberapa kisah, Rd. Obing belajar dari gurunya (Rd. Enoh) dan kemudian di lanjutkan belajar langsung pada Mama Kosim di Sabandar. Namun ada juga kisah yang menceritakan bahwa Rd. Obing hanya belajar sabandar pada Rd. Enoh dan tidak belajar langsung pada Mama kosim (waallohualam bisawab).

Ternyata kecerdasan dan kejeniusan Rd. Obing menyebabkan beliau sangat di sayangi oleh para guru-gurunya, kemampuan untuk mendalami dan menggabungkan prinsip prinsip dari cikalong dan sabandar membuat para gurunya kagum, sehingga saking sayangnya Rd. H. Ibrahim memberikan Nama Ibrahim dibelakang nama Rd. Obing sehingga namanya menjadi Rd. Obing Ibrahim. Nama Ibrahim adalah nama pemberian dari Guru sebagai rasa sayang kepada murid.Perkembangan maenpo di cianjur memiliki pusat pusat pengembangan yang letaknya tidak terlalu jauh. Bojong Herang merupakan pusat dari pengembangan murid-murid Sabandar, sedangkan Pasar Baru merupakan pusat pengembangan Cikalong. Diantara kedua pusat ini adalah kaum, disinilah para tokoh maenpo cianjur mempelajari kedua aliran ini baik cikalong maupun sabandar, dan tokoh dari kaum ini adalah Rd. Obing Ibrahim.Keahlian Rd. Obing Ibrahim dalam bersilat sangat di akui kala itu, sehingga banyak tokoh cikalong yang menimba ilmu padanya. beberapa tokoh maenpo cikalong yang sempat belajar pada Rd. Obing adalah:
Rd. Didi (gan Didi)
Rd. Utuk (gan Utuk)
Rd. Idrus (gan Idrus)
Rd. Nunung Ahmad Dasuki (gan Nunung)
Rd. Memed (gan Memed)
Rd. Popo Sumadipraya (gan Popo)

Rd. Obing Ibrahim terakhir menjabat sebagai Naib (penghulu) Cianjur, beliau wafat di Cianjur tanggal 1 Juni 1942 dan dimakamkan di Suka Negara, Kecamatan Tanggeung Cianjur

Tuesday, 21 July 2009

PARA TOKOH PENGEMBANG CIKALONG

Dari semua penerus aliran cikalong, paling tidak ada 4 tokoh yang sangat berpengaruh pada perkembangan aliran ini, tokoh tokoh itu adalah :

1.Rd. Obing Ibrahim (Gan Obing), yang mengembangkan 5 adegan serong/jalan serong atau dikenal juga dengan Suliwa;
2.Rd. Abad, yang mengembangkan jurus 30 dengan 27 Jurus kajadian dan 3 Jurus maksud;
3.Rd. Didi (Gan Didi), yang mengembangkan 13 Jurus dengan beberapa pola langkah; dan
4.Rd. U. Soleh (Gan Uweh), yang mengembangkan 10 Jurus, 3 Pancer dan Jurus 7 serta Masagikeun.

KAEDAH DALAM MAENPO CIKALONG PANCERBUMI

(Madi-Sabandar-Kari)


A. MADI
Bang Madi, seorang penjual kuda yang berasal dari Pagarruyung, Sumatra Barat. Setelah berkenalan dan akhirnya bersambung tangan, akhirnya diketahui bahwa Bang Madi adalah seorang ahli pencak silat yang sangat tangguh.
Dari Bang Madi R.H. Ibrahim memperoleh ilmu permainan rasa, yaitu sensitivitas atau kepekaan rasa yang positif sehingga pada tingkat tertentu akan mampu membaca segala gerak lawan saat anggota badan bersentuhan dengan anggota badan lawan, serta segera melumpukannya.
Menurut beberapa tokoh, salah satu ciri atau kebiasaan dari Bang Madi adalah mahir
dalam melakukan teknik “bendung” atau menahan munculnya tenaga lawan, di samping “mendahului tenaga dengan tenaga”. Di kalangan aliran Cikalong teknik ini disebut “puhu tanaga” atau “puhu gerak”.

B. SABANDAR
Masuknya pengaruh Sabandar di cikalong sepertinya dimulai dengan belajarnya murid generasi pertama cikalong ke Mama Kosim (Sang Maestro Sabandar). Salah satu tokoh cikalong yang belajar juga pada Mama kosim adalah Rd. Enoh.
Salah satu ciri aliran Sabandar adalah mahir dalam mengalirkan tenaga, yang dalam kalangan pencak silat dikenal dengan istilah liliwatan, coplosan atau kocoran.

C. KARI
Atas petunjuk Bang Madi, R.H. Ibrahim disarankan untuk menemui seorang tokoh silat dari Kampung Benteng, Tangerang yang bernama Bang Kari.
Dari Bang Kari, R.H. Ibrahim mendapatkan (ulin peupeuhan) ilmu pukulan yang mengandalkan kecepatan gerak dan tenaga ledak.

Teknik Aplikasi Jurus Dasar


bentuk aplikasi jurus dasar Kocet